PETANI MUDA ASAL JETIS DAN MLARAK KABUPATEN PONOROGO UNJUK GIGI DALAM VERIFIKASI LAPANG LOMBA PETANI MILENIAL

PONOROGO (23/06/2022)-Lomba Petani milenial se-Kabupaten Ponorogo dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian ke-50 Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo tahun 2022 telah sampai ke tahap verifikasi lapang. Verifikasi lapang ini bertujuan untuk melihat langsung unit usaha yang dikembangkan oleh petani muda di Kabupaten Ponorogo. Usaha pertanian yang dikembangan berbasis teknologi, inovasi, dan kreativitas dari petani muda sehingga layak mendapatkan gelar juara dalam Lomba Petani Milenial se- Kabupaten Ponorogo.

Verifikasi lapang di tempat usaha petani milenial dari Kecamatan Jetis

Lima orang tim penilai yang digawangi oleh Endah Widuri meluncur ke unit usaha petani milenial yang telah masuk dalam lima besar lomba petani milenial ini. Petani yang masuk dalam 5 besar lomba petani milenial diantaranya yaitu petani dari kecamatan Jetis, Mlarak, Pudak, Babadan dan Ngebel. Para petani muda ini sangat siap unjuk gigi dalam kegiatan verifikasi lapang oleh tim penilai.

Pada Kamis, 23 Juni 2022 petani muda yang mendapatkan giliran pertama dikunjungi oleh tim verifikasi lapang adalah petani milenial asal kecamatan Jetis dan dilanjutkan ke Kecamatan Mlarak.

Tim penilai saat verifikasi lapang dan mewancarai peserta lomba petani milenial dari Kecamatan Jetis

Ardhi Firman Purwiansyah, petani muda asal Kecamatan Jetis mengembangkan komoditas jagung hibrida dengan metode perawatan jagung semi otomatis.

Salah satu proses perawatan jagung yang menarik perhatian tim penilai yaitu proses penyemprotan pestisida menggunakan drone.

“Selain itu saya menggunakan mesin combine jagung dalam proses pemanenan serta dryer otomatis dalam proses pengeringan jagung,” ucap Ardhi.

“Saya ingin meperluas lahan jagung yang sekarang hanya mencapai 1 Ha menjadi lebih luas lagi, sehingga teknologi semi otomatis yang saya kembangkan dapat lebih optimal karena kapasitas mesin yang saya miliki besar,” tuturnya.

Verifikasi lapang petani milenial Kecamatan Mlarak

Tak kalah dengan lokasi pertama, lokasi ke-2 yaitu di tempat budidaya Jamur milik petani muda asal Kecamatan Mlarak. M. Ulin Nuha berkesempatan dikunjungi oleh tim penilai dalam lomba Petani Milenial tahun ini.

Ulin sebutan akrabnya, telah melakukan usaha budidaya jamur di usianya yang masih cukup muda. Budidaya jamur yang ia kembangkan dengan memanfaatkan lahan sekitar tempat tinggalnya, sudah cukup lama ia tekuni.

Tim penilai melihat baglog jamur saat verifikasi lapang di Kecamatan Mlarak

Buah dari ketekunannya ia telah bermitra dengan petani jamur di berbagai kota. Selain itu Ulin merupakan salah satu pemuda yang berpengaruh di  daerah Mlarak dan sekitarnya dalam hal budidaya Jamur.

“Selain budidaya saya juga menyediakan baglog jamur yang siap pakai untuk petani jamur pemula. Saya ingin sekali menambah rumah-rumah jamur sehingga usaha ini menjadi lebih besar dan lebih banyak bermanfaat bagi warga sekitar,” jelasnya.

Dari dua lokasi tersebut tim penilai dari Dipertahankan Kabupaten Ponorogo siap dalam mendukung peran petani muda yang dengan gigih menjalankan usaha di bidang pertanian. Hal ini menunjukan etos kerja yang tinggi dari petani muda untuk terus memajukan pertanian di masa yang akan datang. (Irma Tri Wahyuni)